Minggu, 18 Mei 2014

China Peringatkan AS Terkait Konflik Laut Cina Selatan


Washington - Amerika Serikat mengkritik China atas sikapnya dalam sengketa maritim dengan Vietnam di Laut Cina Selatan.

Wakil Presiden AS Joe Biden menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Tentara Cina Fang Fenghui kamis (16/5) dilansir Presstv, Biden mengatakan bahwa "perilaku Beijing sangat berbahaya dan harus segera dihentikan."

Penyataan ini timbul ditengah konflik antara Vietnam dan China,  Vietnam mengklaim bahwa China telah memicu protes di Vietnam dengan mengerahkan sebuah rig minyak di laut yang cukup lama diperdebatkan tersebut.

Para pejabat Vietnam melaporkan protes anti - China di Provinsi Ha Tinh berubah menjadi kekerasan, akibatnya sekitar 16 pekerja China tewas pada Rabu malam (14/5).

Terkait konflik tersebut, Biden memperingatkan kedua negara jangan mengambil langkah-langkah yang dapat merusak stabilitas dan perdamaian.

Namun pernyataan wakil presiden AS dibantah oleh China.  Fang menegaskan pejabat AS untuk bersikap objektif atas ketegangan regional. " China tidak rela untuk kehilangan satu inci pun wilayah leluhur mereka, Wilayah yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka ke tangan generasi mereka sekarang." tegas Fang

Hingga kini, Beijing mengklaim hampir seluruh Laut Cina Selatan termasuk wilayahnya, disisi lain negara-negara asia tenggara seperti Brunei , Vietnam , Malaysia dan Filipina juga mengklaim perairan yang memiliki cadangan besar minyak dan gas tersebut.

Beijing telah sering memperingatkan Amerika Serikat agar berhati-hati dalam kata-kata dan tindakan yang berkaitan dengan sengketa wilayah yang melibatkan China dan negara-negara tetangganya.

Assad Bakal Tersungkur Dalam Memimpin Masa Depan Suriah


Washington - Obama menggelar pertemuan dengan kepala Koalisi Nasional Suriah ( SNC ), Ahmad Jarba , di Gedung Putih pada hari Selasa (13/2). dilansir Presstv

Dalam pertemuan tersebut, Obama membuat pernyataan bahwa Presiden Suriah Bashar al - Assad telah kehilangan legitimasinya dan tidak memiliki tempat lagi dalam mengkomandoi masa depan Suriah.

Pernyataan Obama ini dilontarkannya menjelang pemilihan presiden di Suriah pada 3 Juni kedepan. Ini adalah pemilihan multi-partai pertama di negara Arab.

Pasca pertemuan Jarba juga mengucapakan terima kasih kepada Obama untuk donasinya sebesar  $ 287.000.000 .

Disisi lain, dalam pertemuan pribadi dengan para pemimpin oposisi Suriah di Departemen di Washington DC, Kamis lalu , Kerry menyayangkan bahwa kurangnya koordinasi secara dramatis mengatur kembali rencana untuk menghapus Assad dari kekuasaan .

Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan " Washington dan sekutunya telah menyia-nyiakan waktu setahun di Suriah karena gagal mengkoordinasikan upaya untuk menggulingkan Assad.

Beberapa pejabat Departemen Luar Negeri, satu staf Dewan Keamanan Nasional, dan beberapa perwakilan dari oposisi Suriah , termasuk Jarba hadir pada pertemuan tersebut.